Beranda Parenting 3 Efek Negatif Mengajarkan Bahasa Asing Pada Anak Sejak Dini

3 Efek Negatif Mengajarkan Bahasa Asing Pada Anak Sejak Dini

Mengajar anak-anak untuk menguasai bahasa kedua atau bahasa asing awal mungkin terlihat keren. Namun, memaksa anak untuk belajar ketika kemampuan bahasa pertama mereka (dalam hal ini, bahasa Indonesia) tidak lancar akan memiliki efek negatif pada perkembangan bahasa. Sejumlah ahli dan psikolog menyarankan bahwa bilingualisme adalah salah satu indikator keterlambatan bicara pada anak-anak.

3 Efek Negatif Mengajarkan Bahasa Asing Pada Anak Sejak Dini

Memang, penetrasi simultan dari dua bahasa menciptakan kebingungan bagi anak-anak, terutama jika kemampuan bahasa mereka tidak sama atau tidak digunakan oleh orang-orang di sekitar mereka. Misalnya, anak-anak berbicara bahasa Inggris di rumah, sementara di lingkungan yang rumah atau sekolah, mereka menggunakan bahasa Indonesia. Kondisi ini menyebabkan anak-anak mengalami kemunduran bahasa. Selain penundaan dalam percakapan, berikut adalah beberapa efek negatif yang dapat dirasakan oleh anak yang belajar bahasa kedua lebih awal.

  1. keterlambatan bicara

Balita rentan terhadap kebingungan ketika mereka menerima pengenalan bahasa kedua atau bahasa asing ketika kemampuan bahasa mereka tidak sempurna. Selama fase ini, anak tidak lagi tahu bahasa apa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kebingungan ini memicu keterlambatan bicara, terutama untuk balita.

  1. Penurunan bahasa

Menurut profesor psikologi Erika Hoff dalam bukunya “Pengembangan Bahasa”, pembelajaran simultan dari beberapa bahasa akan membatasi jumlah kata yang dapat dipelajari anak-anak dalam waktu yang ditentukan. Misalnya, jumlah kosakata yang harus dipelajari seorang anak muda dalam sebulan mencapai 20 kata, tetapi dengan adanya bahasa asing, bagian dari kosakata bahasa pertama akan dibagi. 10 kata bahasa Indonesia dan 10 kata bahasa Inggris, misalnya. Inilah penyebab keterlambatan dalam menguasai kosakata baru.

  1. Stress
Info Terkait:   Nutrisi yang Tepat untuk Perkembangan Kecerdasan Otak Si kecil

Pernahkah Anda menemukan anak Anda tiba-tiba menjadi tenang meskipun ia sudah mulai berbicara? Jika demikian, anak Anda mungkin memiliki fase diam. Menguasai banyak bahasa sekaligus berpotensi menyebabkan stres pada anak-anak. Mempelajari beberapa bahasa bukanlah hal yang buruk, mengingat pentingnya menguasai bahasa asing di era milenium. Bahasa asing seperti bahasa Inggris atau Mandarin bahkan telah diperkenalkan sejak taman kanak-kanak atau sekolah dasar.

Info Terkait:   Nutrisi yang Tepat untuk Perkembangan Kecerdasan Otak Si kecil

Hanya saja Anda benar-benar perlu memahami konsekuensi menggunakan berbagai bahasa karena aplikasinya memiliki dampak positif pada anak-anak, bukan sebaliknya. Kami menyarankan Anda menunggu sampai anak Anda mampu menguasai bahasa Indonesia terlebih dulu dan tidak pernah memaksanya belajar bahasa asing. Alasannya adalah bahwa anak-anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan mereka, baik secara linguistik, emosional, sosial dan kognitif.

Ketika seorang anak mampu berkomunikasi dengan baik dan siap menerima dokumen bahasa baru, dia akan dengan mudah belajar bahasa asing tanpa bertanya-tanya bahasa apa yang digunakan untuk percakapan sehari-hari.

Sekian info Parenting tentang 3 efek negative memperkenalkan bahasa asing pada anak-anak. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda terutama ibu yang memberikan pelajaran banyak terhadapat anak di rumah.

Must Read