Beranda Tips Kesehatan 14 Upaya orang tua dalam mengatasi kecemasan pada Anak

14 Upaya orang tua dalam mengatasi kecemasan pada Anak

C:\Users\Asus\Downloads\memahami-separation-anxiety-pada-anak-1550564209.jpg

Para orangtua, mengawal tumbuh kembang anak tentu selalu menjadi prioritas utama. Hal ini penting, terutama di masa-masa pertumbuhan anak. Bukan hanya kecukupan gizinya saja yang harus dipenuhi, namun perilaku anak harus menjadi perhatian orangtua. Termasuk sosialisasi anak dengan lingkungan sekitar.

Kecemasan merupakan hal yang normal dan umum dirasakan oleh anak-anak. Dalam kebanyakan kasus, kecemasan pada anak bersifat sementara. Gangguan kecemasan yang terjadi pada anak akan sangat berdampak pada kesehatan mental nya saat dewasa nanti.
Kesehatan mental sangat berperan dalam menentukan masa depannya. Salah satu yang sering membuat mental anak terganggu adalah hal yang menyangkut gangguan kecemasan .
Sebagai guru atau pun orangtua, kita mesti tanggap dan segera melakukan penanganan agar kecemasan anak tidak perlu berlarut-larut , karena hal ini akan berpengaruh dengan mental dan psikologi anak juga dapat mengganggu kesehatannya.  Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua ataupun guru saat anak mengalami kecemasan dengan pengobatan dan perawatan yang dapat dilakukan untuk membantu anak mengatasi gangguan  kecemasan sosial yang dialami seperti :

1. Pahamilah ketakutan si kecil

Ketika seorang anak memiliki fobia atau ketakutan yaitu dengan respons “melawan atau lari”. Contohnya takut kegelapan, suara keras, anjing, kucing, ketinggian atau yang lainnya.
Sebagia orangtua kita harus memahami ketakutan apa yang dihadapi anak. Hal ini bisa dilakukan dengan bertanya, atau melihat langsung saat si kecil bertemu dengan hal yang membuatnya ketakutan.

2. Belajar menenangkan dan hadapi emosi si kecil

Cobalah untuk memahami anak itu dan menerima apa yang mereka rasakan,” dengan cara bantu mereka dengan menenangkan dan buat si kecil aman. Pahami benar ketakutan yang dialami si kecil.

3. Hindari kata “Jangan” namun berkatalah “hati-hati ya nak

Cemas dan khawatir anak akan jatuh, sehingga saat anak sedang bermain kita sering melarang anak dengan kata “jangan”. Hal ini akan berpengaruh terhadap jiwa anak dan menghindari anak dari sifat cemas dan khawatir.

4. Dukungan orang tua

Bunda tidak perlu marah atau kecewa jika si Kecil mengalami rasa cemas. Cara mengatasi hal tersebut dengan memberikan sebuan perhatian. Bunda cukup cari tahu apa penyebabnya dengan mendengarkan ceritanya. Adanya perhatian dari orangtua terhadap keluh kesah anak, maka akan membuat ia merasa dihargai. Jika si kecil sudah merasa dihargai, mereka tidak akan sungkan menceritakan masalah yang membuatnya sering kali merasa cemas.

5. Katakan pada si kecil bahwa dia pemberani

Cara bantu anak yang mengalami serangan panik adalah membantu Si Kecil memahami apa yang sedang dirasakannya dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti. Dengan suara tenang dan lembut mengatakan anak pintar dan pemberani.

6. Ajarkan dan ajak si kecil bergaul

Mengajarkan sesuatu pada si kecil memang akan lebih mudah dengan cara mempraktikkannya, seperti Bawa si kecil ke lingkungan yang tepat, di mana si kecil bisa berinteraksi dengan orang lain dalam kondisi yang lebih nyaman dan tenang. Contohnya cobalah bawa si kecil dalam lingkungan pertemuan keluarga atau teman-teman nya.

7. Jangan memaksa si kecil

Ketika si Kecil mengalami rasa cemas, berusahalah selalu menjaga perasaannya jangan selalu memaksanya. Dengan menghormati sikap dan perasaan mereka, maka bisa melindungi dan mengurangi ketakutan yang dirasakannya.

8. Hibur dengan kata-kata positif

Orang tua dapat menunjukkan kasih sayang dan perhatian dengan lewat memilih kata-kata positif dan keluarkan dengan lembut dan dengan suara mendayu-dayu.
kata-kata positif yang diucapkan dengan intonasi yang rendah disertai  bahasa tubuh yang menunjukkan ketulusan dan perhatian dengan cara menatap sang buah hati kala berdialog, menyentuh, mengelus dan mendekapnya dengan kasih sayang akan ditangkap pikiran bawah sadar anak sebagai kesan positif.

9. Mengajak si kecil  Jalan-jalan di wisata alam

Jalan-jalan menikmati pemandangan alam memungkinkan anak Anda untuk berhubungan kembali dengan dunia nyata. Berinteraksi dengan benda-benda fisik secara langsung dapat menenangkan pikirannya dan membantu otak logis untuk mengambil alih otak yang menyebabkannya merasa cemas. Ketika anak sudah merasa cemas, ajak mereka merasakan sensasi alam dari panca indranya seperti memetik buah atau bunga, menghirup udara segar hingga merasakan berlari di atas rumput tanpa alas kaki.

Pemandangan alam yang menenangkan, bisa membuat si kecil bahagia dan terhindar dari lelah secara pikiran.

10. Mandi air hangat

Air hangat memiliki khasiat melepaskan ketegangan dan otot-otot yang terasa kaku.
Hanya 10 menit dalam air hangat dapat menurunkan level gangguan kecemasan anak Anda.

11. Bantu anak anda untuk rileksasi sebentar dengan mengambil nafas dalam-dalam dan minum air putih.

Dengan minum air putih dan menarik nafas secara teratur akan membantu mengurangi rasa cemas.hal ini bisa dilakukan di manapun tempat yang nyaman untuk anak dan orang tua.

12. Ajak anak untuk bermain dengan melibatkan gerakan tubuh untuk mengurangi kecemasan.

Misal main bola, main lego, main slime, atau main pasir kinetic. Dan main squisi . Dengan mengajak bermain memegang benda-benda pada permainan tersebut, otomatis otot-otot tangan yang tadinya tegang akan berangsur-angsur rileks dan kecemasanpun akan berkurang.

13. Ajak anak untuk mendengarkan cerita setiap hari.

Dengan mendengarkan cerita anak akan berimajinasi, hati dan pikiran akan mengajak anak berpetualang sehingga cerita yang anak dengarkan akan memberikan manfaat positif dalam mengatasi rasa khawatirnya. Tentunya guru atau orang tua dapat memilih cerita yang banyak menyampaikan pesan moral baik untuk perkembangan psikologi anak

14. Ajak anak untuk selalu berfikir positif dan percaya diri dengan keadaan dirinya.

Yakinkan anak tentang manfaat berfikir positif akan dapat mengurangi rasa khawatirnya. Misalnya anak khawatir saat ditinggal oleh kita sebagai orangtua saat berada di sekolah. Yakinkan anak kalau kita akan kembali menjemputnya saat pulang sekolah.
Dan yakinkan kepada anak kalau si anak aman bersama teman-teman dan gurunya. Ajak anak berfikir positif tentang keadan di lingkungan sekitarnya saat kita sedang tidak bersama anak. Ada teman-teman dan guru yang akan menolongnya disaat anak butuh bantuan.

 

Must Read